Ikhlas

Berikut percakapan seorang guru dengan muridnya tentang ikhlas dan lapang dada.

Guru : Tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok gula, apa yang kamu rasakan?

Murid : Rasanya manis, guru.

Guru : Lalu yang aku beri satu sendok garam, bagaimana rasanya?

Guru : Waduh, kalau yang itu benar-benar asin rasanya.

Lalu sang Guru mengajak murid itu menuju ke telaga yang airnya sangat jernih, lalu menaburkan satu sendok gula, satu kemudian….

Guru : Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan?

Murid : Segar bangeeeet, guru.

Kemudian Guru menaburkan satu sendok garam ke dalam telaga itu dan…..

Guru : Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya?

Murid : Tetap segar, guru.

Guru : Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang hatinya jembar, luas dan penuh dengan rasa syukur.

Maka lapangkan hatimu dengan ikhlas, syukur dan selalu sabar dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang terbaik dari Tuhan untukmu.

Jadilah seperti pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,

“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

  • Pertama:
    Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.
  • Kedua:
    Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”
  • Ketiga:
    Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
  • Keempat:
    Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
  • Kelima:
    Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”

Persiapan dalam belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat dan merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Hidup mengharuskan kita untuk belajar, jika anda berhenti belajar,maka anda akan mati. belajar harus dibumbui dengan kegigihan dan ketekunan yang harus anda miliki dalam belajar dalam menilai kehidupan, kenapa ? karena hidup baru dimulai saat anda menentukan atau memutuskan untuk belajar. jangan pernah berhenti belajar karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan. Langkah langkah dalam belajar sebagai berikut:

1. Berdoa

Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat

2. Motivasi belajar

Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai “ daya penggerak yang telah menjadi aktif”. Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah “ keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan”

Setiap seorang siswa harus mempunyai motivasi belajar.ada beberapa motivasi belajar siswa antara lain :

  • Motivasi dapat pujian
  • Motivasi agar mendapat hadiah
  • Motivasi karena malu atau tidak naik kelas.

3. Rasa percaya diri

Rasa percaya diri adalah kualitas yang dibutuhkan untuk membuat seseorang menjadi orang yang yakin pada diri sendiri dan bertanggung jawab. Akan tetapi, keyakinan diri itu bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan pada orang dari hari ke hari, melainkan harus di tanamkan mulai dari masa kanak-kanak.

Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang ada proses tertentu didalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri. Thursan Hakim (2002) berpendapat bahwa terbentuknya rasa percaya diri yang kuat terjadi melalui proses:

  • Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu,
  • Pemahaman seseorang terhadap kelebihan kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan kelebihannya
  • Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri,
  • Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

Siswa yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dalam belajar, dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan pembelajaran, siswa yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh, siswa juga mudah frustasi atau menyerah ketika menghadapi masalah atau kesulitan dalam belajar

Selain itu, hilangnya rasa percaya diri membuat diri siswa kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah hati dalam proses belajar dan mengembangkan kemampuannya. Akibatnya adalah siswa akan sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal), tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan.

Sebaliknya, siswa yang memiliki kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya,Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

4. Managemen waktu belajar

Manajemen waktu adalah cara yang dapat anda lakukan untuk menyeimbangkan waktu anda untuk kegiatan belajar atau bekerja, bersenang-senang atau bersantai, dan beristirahat secara efektif. Tanpa disadari, setiap saat anda sesungguhnya telah membuat beberapa putusan terkait manajemen waktu. .

Jika anda dapat menyeimbangkan waktu, maka diharapkan hasilnya adalah konsentrasi anda akan meningkat, organisasi waktu anda akan lebih baik, produktifitas akan meningkat, dan terpenting tingkat stress anda akan terkurangi. Dengan menata waktu anda secara lebih baik maka anda akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, bekerja, bersantai, dan beristirahat yang akhirnya akan membuat hidup anda sedikit lebih muda dan bahagia.

5. Ciptakan suasana tenang dan nyaman

Suasana yang tenang dan damai akan dapat membuat hati dan otak tenang sehingga bisa membuat anda mudah untuk belajar, namun sebaliknya apabila suasana belajar tidak tenang atau ramai maka akan menghasilkan proses belajar yang kurang baik atau maksimal.

6. Siapkan perlengkapan yang di butuhkan

Siapkan semua materi yang anda butuhkan sehingga pada saat anda mau belajar, anda tidak membuang buang waktu untuk mencari perlengkapan, karena akan membuang waktu belajar anda.

Bersikap Keritis

Belajar bersikap kritis, dimana belajar tentang pengamatan atau sesuatu yang akan terjadi perlu kita amati sedetail mungkin sebelum kita memutuskan sesuatu ada saat kita akan mengerjakan ujian maka kita perlu baca dulu petunjuknya dahulu jangan sampai kita mengerjakan ujian langsung kita kerjakan tanpa membaca petunjuknya maka akan berakibat fatal dan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Kalau kita melihat sesuatu maka kita harus betul-betul kita lihat dan kita amati apakah yang kita lihat itu betul-betul sudah betul atau belum dengan melihat sesuatu yang benar dan teliti maka kita akan mengetahui mudah memutuskan sesuatu
oleh sebab itu kita bisa mengajarkan kepada anak didik kita untuk berlatih untuk mengerjakan sesuatu perlu adanya suatu kedisiplinan, ketelitian, kecermatan, kesabaran biar anak didik kita didalam mengerjakan sesuatu tidak asal-asalan yang bisa anak didikvisual kita tidak bisa konsentrasi penuh demikian tentang belajar yang bersikap kritis mudah-mudahan dengan mengerjakan sesutu bisa menghasilkan yang memuaskan.

Teknologi BK

Teknologi informasi khususnya alat komunikasi maupun media sosial merupakan salah satu perkembangan yang sangat membantu dalam mengolah atau mengembangkan kemampuan seseorang saat ini dimana orang mampu mengetahui dunia luar dengan leluasa dengan hanya memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah ada. Selama waktu masih berjalan maka teknologi akan selalu berkembang, dengan teknologi seseorang mampu melakuakan sesuatu yang positif maupun negatif, semua itu kembali pada pribadi individu tersebut. untuk menyikapi itu maka para pendidik wajib mampu mengetahui teknologi informasi dalam menjalankan tugasnya khususnya guru BK yang harus mampu menguasai alat komunikasi ataupun media sosial dalam menjalankan layanan konseling.

Dalam dunia pendidikan khususnya Bimbingan dan konseling guru BK harus mampu menguasai IT yang ada khususnya dalam media sosial, baik yang sudah tua maupun yang muda. Tujuan penguasaan IT sangat membantu dalam menyelesaikan masalah siswa tanpa bertatap muka.

Untuk dapat menyelenggarakan cyber counseling, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan, beberapa asas yang perlu dipegang teguh dalam melaksananan cybercounseling, yaitu (1) Asas kerahasiaan yang menuntut dijaminnya semua rahasia pribadi klien, sehingga klien akan merasa mendapatkan perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya konseling. Konselor tidak boleh merekam proses cyber counseling tanpa izin klien. Selama proses konseling melalui media sosial tidak boleh ada orang lain di sekitar konselor atau klien, (2) Asas kesukarelaan dan keterbukaan, menuntut adanya kesukarelaan penuh dari klien untuk menjalani proses konseling. Adanya kesukarelaan pada klien diharapkan akan muncul keterbukaan klien pada konselor yang menunjang keberhasilan konseling, (3) Asas kenormatifan yang menuntut adanya kaidah dan norma yang berlaku, baik norma agama, adat, hukum, dan kebiasaan selama cyber counseling. Sebelum proses konseling melalui telepon video alangkah baiknya jika konselor menyampaikan aturan-aturan kepada klien, misalnya pakaian harus sopan, dan (4) Asas kemandirian, yaitu keputusan diambil oleh klien sendiri dan sanggup menanggung resiko akibat keputusannya tersebut. Ketiga, hal yang berkaitan dengan keterampilan konseling.

Selama cyber counseling konselor dituntut terus menggunakan keterampilan konseling, mulai dari attending (penerimaan), responding (merespon), understanding (pemahaman), personalizing (mempersonalisasikan), acting (pengambilan tindakan), dan initiating (menginisiasiakan). Penggunaan media teknologi telepon video hendaklah tidak jadi penghalang konselor untuk melakukan keterampilan konseling. Melalui telelpon video facebook, konselor tetap dapat menunjukkan sikap penerimaan terhadap klien, baik melalui kontak mata, gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun ungkapan verbal. Konselor dapat melihat dan mendengarkan klien dan klien dapat melihat dan mendengar respon dari konselor.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa zaman sekarang kita dimanjakan oleh teknologi yang menggoda tanpa bersusah payah harus membuat janji dan ketemuan, belum kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, dengan memanfaatkan proses konseling menggunakan IT khususnya media sosial akan lebih efektif tanpa harus memakan waktudan biaya, serta tidak mengurangi kualitas hubungan antara konselor dan klien. Konselor tetap dapat mendengar suara klien, melihat gerak tubuh, ekspresi wajah, dan semua kondisi fisik serta ekspresi emosi klien. Konselor tetap dapat menerapkan keterampilan konseling individual baik secara verbal maupun non verbal. Sebaliknya, klien juga dapat mengekpresikan perasannya, menceritakan masalahnya, dan melakukan komunikasi verbal dengan konselor. Dengan kata lain, semua prinsip konseling individual terpenuhi dalam cyber counseling.