Persiapan dalam belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat dan merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Hidup mengharuskan kita untuk belajar, jika anda berhenti belajar,maka anda akan mati. belajar harus dibumbui dengan kegigihan dan ketekunan yang harus anda miliki dalam belajar dalam menilai kehidupan, kenapa ? karena hidup baru dimulai saat anda menentukan atau memutuskan untuk belajar. jangan pernah berhenti belajar karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan. Langkah langkah dalam belajar sebagai berikut:

1. Berdoa

Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat

2. Motivasi belajar

Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai “ daya penggerak yang telah menjadi aktif”. Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah “ keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan”

Setiap seorang siswa harus mempunyai motivasi belajar.ada beberapa motivasi belajar siswa antara lain :

  • Motivasi dapat pujian
  • Motivasi agar mendapat hadiah
  • Motivasi karena malu atau tidak naik kelas.

3. Rasa percaya diri

Rasa percaya diri adalah kualitas yang dibutuhkan untuk membuat seseorang menjadi orang yang yakin pada diri sendiri dan bertanggung jawab. Akan tetapi, keyakinan diri itu bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan pada orang dari hari ke hari, melainkan harus di tanamkan mulai dari masa kanak-kanak.

Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang ada proses tertentu didalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri. Thursan Hakim (2002) berpendapat bahwa terbentuknya rasa percaya diri yang kuat terjadi melalui proses:

  • Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu,
  • Pemahaman seseorang terhadap kelebihan kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan kelebihannya
  • Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri,
  • Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

Siswa yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dalam belajar, dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan pembelajaran, siswa yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh, siswa juga mudah frustasi atau menyerah ketika menghadapi masalah atau kesulitan dalam belajar

Selain itu, hilangnya rasa percaya diri membuat diri siswa kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah hati dalam proses belajar dan mengembangkan kemampuannya. Akibatnya adalah siswa akan sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal), tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan.

Sebaliknya, siswa yang memiliki kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya,Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

4. Managemen waktu belajar

Manajemen waktu adalah cara yang dapat anda lakukan untuk menyeimbangkan waktu anda untuk kegiatan belajar atau bekerja, bersenang-senang atau bersantai, dan beristirahat secara efektif. Tanpa disadari, setiap saat anda sesungguhnya telah membuat beberapa putusan terkait manajemen waktu. .

Jika anda dapat menyeimbangkan waktu, maka diharapkan hasilnya adalah konsentrasi anda akan meningkat, organisasi waktu anda akan lebih baik, produktifitas akan meningkat, dan terpenting tingkat stress anda akan terkurangi. Dengan menata waktu anda secara lebih baik maka anda akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, bekerja, bersantai, dan beristirahat yang akhirnya akan membuat hidup anda sedikit lebih muda dan bahagia.

5. Ciptakan suasana tenang dan nyaman

Suasana yang tenang dan damai akan dapat membuat hati dan otak tenang sehingga bisa membuat anda mudah untuk belajar, namun sebaliknya apabila suasana belajar tidak tenang atau ramai maka akan menghasilkan proses belajar yang kurang baik atau maksimal.

6. Siapkan perlengkapan yang di butuhkan

Siapkan semua materi yang anda butuhkan sehingga pada saat anda mau belajar, anda tidak membuang buang waktu untuk mencari perlengkapan, karena akan membuang waktu belajar anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s