Manajemen Stres

Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.

semoga cerita di bawah ini memotivasi kalian agar tidak terlalu stress dengan tugas atau sifat dosen yang kurang berkenan di hati kalian para mahasiswa BK 😉

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
“Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. ” kata Covey.
“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. itu salah satu cara me-manajeman stres diri anda sendiri

Advertisements

Tetesan Air Dapat Melubangi Batu

Kisah ini berawal dari seorang pemuda biasa yang dianggap bodoh dan terbelakang yang memiliki orangtua dengan dukungan luar biasa sehingga ketika orangtuanya terkena wabah dan hampir meninggal, mereka memberikan sebuah wejangan bagi pemuda ini, “Jika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri. Jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai dan kamu akan menjadi seseorang yang disegani banyak orang.”

Pemuda ini kemudian melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang kayu, dan karena sejak kecil ia sudah sering membantu ayahnya dalam menilai kayu, ia memperoleh kemampuan untuk mengenali dan menilai kayu dengan baik.

Suatu hari, seorang yang tua mendatangi pemuda tersebut untuk mencari kayu yang dapat dipahat menjadi patung. Pemuda tersebut dengan cepat memberikan kayu terbaik untuk pahatan. Siapa sangka, orangtua tersebut nyatanya adalah pemahat terkenal di desa tersebut, dan karena kayu yang diperoleh dari pemuda tersebut sangatlah bagus, ia menjadi langganan yang terus membeli kayu dari sang pemuda.

Lama kelamaan, pemuda tersebut menjadi dekat dengan sang pemahat, dan ia pun memutuskan untuk belajar memahat dari sang pemahat. Namun, saat ia baru akan mulai belajar memahat, sang pemahat memberikan wejangan, “Jika ingin menjadi pemahat terbaik, jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai maka kamu dapat menjadi seorang yang sukses.”

Mendengar nasihat tersebut, pemuda itu menyadari bahwa wejangan dari sang pemahat dan orangtuanya memang menjadi pedoman kesuksesan, dimana walaupun ia adalah seorang yang dulu dianggap bodoh dan terbelakang, dengan fokus dan kerja keras, ia akhirnya menjadi pemahat yang disegani di seluruh dunia.

Sebuah kisah yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, yang membuktikan bahwa tidak peduli seberapa kerasnya sebuah batu, tetesan air dapat menaklukannya. Ini merupakan sebuah analogi dimana dunia ini penuh dengan ujian hidup yang begitu kerasnya, namun tetap dapat dikalahkan oleh tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan.

Terima Dirimu Apa Adanya

Kita seringkali melihat bagaimana kehidupan orang lain terasa sangat menyenangkan dan begitu mudah untuk dijalani. Semua terlihat selalu baik-baik saja untuk mereka dan selalu terasa sangat hebat pada pandangan kita. Ini bukan saja kita rasakan pada mereka yang kita idolakan semata, namun pada orang-orang lain yang biasa saja dan berada di lingkungan terdekat kita sekalipun.

Sebenarnya memiliki perasaan seperti itu bukanlah sebuah masalah yang besar, selama hal itu masih berada dalam takaran yang wajar. Namun jika ternyata kita telah berlebihan dalam melakukannya, maka bisa saja ini menjadi sebuah hal yang mengganggu dan bahkan menjadi masalah di dalam kehidupan kita.

Jangan berlebihan ketika menilai seseorang

Di saat kita kagum pada seseorang maka seringkali kita akan menginginkan kita berada pada posisi mereka. Bahkan kita akan selalu menganggap segala yang ada pada mereka begitu menyenangkan dan hidup mereka bisa berjalan dengan lancar tanpa sebuah hambatan sama sekali. Ini adalah sebuah kesalahan, sebab pada kenyataannya setiap orang pasti memiliki masalah dan juga berbagai kendala di dalam hidup mereka, namun kita seringkali tidak melihat hal tersebut dengan nyata. Bisa saja seseorang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengatasi berbagai masalahnya, hingga kita tidak pernah melihat atau mendapati kesulitan di dalam hidup mereka.

Namun di sisi lain, mungkin saja kita adalah seseorang dengan pola pikir yang sedikit sempit dan begitu mudah serta rapuh ketika dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan hidup. Seringkali menyerah pada keadaan dan hanya berangan-angan untuk sebuah keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang, salah satunya dengan menempatkan diri menjadi seseorang dengan kehidupan yang lebih menyenangkan. Hal seperti inilah yang akan membuat kita tidak pernah menghadapi masalah yang kita alami, sebab kita terlalu sibuk “menikmati” apa yang orang lain miliki di dalam kehidupannya.

Mereka juga manusia biasa layaknya kita, jadi jangan beranggapan bahwa mereka selalu baik-baik saja tanpa sebuah masalah atau hambatan di dalam hidup mereka. Cara mereka menghadapai berbegai masalah tersebutlah yang kemudian menjadi sebuah nilai lebih di dalam diri mereka, yang mungkin saja tidak pernah kita tanamkan di dalam diri kita sendiri hingga saat ini. Ingatlah kamu bukan dia, jadi jangan pernah berfikir untuk memiliki jalan hidup yang sama.

Kita mampu jika kita mau

Apapun kondisi yang kita alami saat ini, tentu itu adalah sebuah hal yang patut disyukuri. Tidak perlu mengeluh dan merasa diri sendiri menjadi seseorang yang paling malang di dunia ini, sehingga semua orang lain menjadi seseorang yang jauh lebih beruntung dari pada diri kita sendiri. Ini sebuah pola pikir yang salah dan harus segera ditinggalkan.

Lihatlah keberhasilan orang lain sebagai sebuah motivasi kita dalam meraih keberhasilan kita, jangan hanya memandangnya dan berangan-angan belaka jika kita menjadi mereka saat ini, tetapi di lain sisi kita tidak melakukan apapun untuk mewujudkan hal tersebut. Jika kita menginginkan sebuah keberhasilan, maka lakukan apapun yang akan membawa kita ke sana. Tidak perlu merasa rendah diri dan merasa tidak mampu untuk melakukan itu, sebab jika kita mau, maka kita akan mampu.

Hidup ini bukan keluhan atau sekedar angan-angan yang dilewatkan dalam sebuah dongeng belaka, namun ini adalah sebuah kenyataan, di mana kamu menjadi seseorang yang memiliki kehidupan pribadi yang utuh sebagaimana layaknya orang lain di sekitarmu, dan di ingatkan sekali lagi, kamu bukan dia jadi jangan pernah berfikir untuk sama dengan orang lain, karena setiap manusia punya kehidupan dan permasalahannya masing masing.

Semoga artikel ini dapatmembantu dan memberikan pelajaran kepada kita agar tidak terlena dengan kehidupan bahagia orang lain. Jika ingin mendapatkan kebahagian berjuanglah

Bersyukur akan membuatmu lebih bahagia

Kapan terakhir kali kamu berdoa dan mengucapkan rasa syukur atas semua yang kamu miliki? Mungkin bukan hanya kamu saja, ada banyak sekali orang yang bahkan lupa akan hal ini, sebab hidup kita seringkali begitu sibuk dan mengabaikan banyak hal di dalam diri kita sendiri.

Sebagian besar orang akan selalu melihat kehidupan orang lain begitu mudah, begitu menyenangkan, begitu simpel, atau bahkan begitu beruntung. Bukan hanya orang lain saja yang kadang terlihat seperti itu, namun teman atau bahkan saudara kamu sendiripun juga bisa terlihat selalu “lebih sesuatu” daripada diri kamu sendiri. Kamu akan mulai sibuk menghitung semua yang dimilikinya, semua yang ada padanya dan tidak ada pada dirimu, atau bahkan semua hal yang terlihat begitu mudah untuk selalu dilaluinya. Lalu, apakah sebenarnya kamu sendiri tidak punya pekerjaan lain, selain hanya melihat dan menilai segala sesuatu yang dimiliki oleh orang lain?

Kamu Bukan Dia atau Mereka
Tidak ada yang salah ketika kamu melihat dan menyaksikan kelebihan dan juga keberuntungan orang lain, apalagi jika ternyata kamu bisa lebih bersemangat dan terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dari saat ini setelah menyaksikan itu semua. Namun pada kenyataannya, hal seperti ini justru seringkali membuat kamu membandingkan dan menghitung semua kekurangan yang kamu miliki, tentunya ada banyak rutukan yang akan muncul di dalam hatimu, seperti: aku tidak secantik dia, aku tidak sepintar dia, aku tidak seberuntung dia, dan masih banyak keluhan yang lainnya.

Bukannya membenahi diri atas semua hal itu, kamu justru hanya terpaku dan menbayangkan jika kamu menjadi dia, atau menjadi seseorang yang “lebih” dari kamu saat ini. Kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak perlu ini, hingga rasa benci dan kesal kerap hingga di hatimu. Bukan hanya itu saja, biasanya hal ini akan dibarengi dengan rasa kecewa yang berlebihan kepada diri sendiri, sehingga kamu mulai menyalahkan diri sendiri dan menganggap dirimu tidak cukup baik dan sebanding dengan orang lain. Pemikiran seperti ini jelas salah, dan harus segera dihentikan!

Kamulah yang Terbaik

Cobalah untuk menghargai dan menghormati dirimu sendiri, sebab kamu lebih daripada layak untuk hal seperti itu. Kamu juga bisa dan mampu untuk mengupayakan hidup serta berbagai hal lainnya yang kamu inginkan, jadi mulailah berusaha untuk segera berbenah. Pahamilah satu hal yang penting, bahwa kamu adalah pribadi terbaik dan memiliki kepribadian yang baik dan bisa mengantarkan kamu kepada langkah-langkah keberhasilanmu nanti.

Pedoman Hidup

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.

2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: “saya pasti tdk mampu”, “saya tdk bisa”, dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: “saya bisa, pasti ada jalan keluarnya” dan lain lain.

3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik – baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna dengan siapapun juga.

16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Harapan tak pernah padam

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit lilin tersebut habis meleleh

dan suasana terasa begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata : ” Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku :

maka lebih baik aku mematikan diriku saja !”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin padam.

Yang kedua berkata : “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia

tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran ketiga berbicara :” Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi

aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.

Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mecintainya, membenci

keluarganya. ” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga….seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat

ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :

” Ekh, apa yang terjadi ? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan !”

Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata : ” Jangan takut, janganlah menangis,

selama aku masih ada dan tetap menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan

ketiga Lilin lainnya : ” Akulah HARAPAN ”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan

kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita.

Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam

situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya

Filosofi Hujan

Pernahkah memikirkan hal-hal baik dari datangnya hujan? Kita pasti sering gembira jika hujan datang setelah kemarau panjang. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita pelajari dari hujan.

Pelajaran tersebut akan berguna untuk hidup kita agar lebih rendah hati, penuh motivasi dan semangat menjalani hidup hari-hari.

Berikut filosofi hujan yang dapat Anda pelajari.

1. Meski jatuh berkali-kali, hujan tidak pernah menyerah.
Pernahkah kita sadar kalau hujan itu turun dan jatuh terus. Dari hal itu kita bisa belajar bahwa hujan tetap mencoba meskipun jatuh berkali-kali. Hujan terus turun tanpa menyerah dan itu bisa menjadi pelajaran yang bagus buat kita. Kita harus selalu kuat dan tabah untuk mencapai sesuatu.

2. Hujan turun setelah kemarau panjang. Bukankah kesabaran adalah kuncinya?
Masih ingat dengan kemarau yang berkepanjangan? Bagaimana kalau kemarau itu datang tanpa diselingi oleh hujan. Bumi akan menjadi kering dan tak seindah yang kita tahu. Beruntung bahwa hujan datang setelah kemarau panjang. Kehidupan jadi jauh dari kesulitan dan kesengsaraan. Kita sebaiknya dapat menjadi penolong atau paling tidak penghibur untuk orang yang benar-benar membutuhkan kita.

3. Hujan bisa memberi rasa dingin.
Setelah panas seharian, hujan turun membasahi bumi. Cuaca menjadi berubah dan hawa menjadi dingin dan nyaman untuk beristirahat. Semoga dengan menyadari sifat hujan, kita jadi ingat untuk tidak terus memenuhi amarah melainkan lebih bersifat santai menghadapi sesuatu.

4. Hujanpun bisa marah. Kalau manusia tidak ‘ramah’.
Seperti manusia hujan yang juga bagian dari alam bisa marah. Ketika benar-benar tidak ada lagi yang peduli dengan lingkungan sekitar. Hujan turun dengan derasnya yang terkadang membawa bencana. Sebaiknya kita menyadari sesuatu bahwa manusia punya amarah alangkah baiknya jika kita bisa menjaga perasaan satu sama lain.

5. Bau hujan itu menyenangkan. Sederhana dan menenangkan.
Ini bagian yang banyak belum disadari orang. Saat hujan turun ke bumi dan membasahi tanah, maka aroma hujan akan tercium. Baunya sangat menyegarkan dan itu adalah bau hujan. Di dalam hidup, sebaiknya kita belajar untuk menjadi orang yang menyenangkan. Semua orang pasti merasa senang dengan sifat-sifat orang yang menyenangkan.

6. Hujan datang untuk menyejukkan bumi. Bermanfaat bagi material lain.
Meskipun hujan kadang tidak datang, tetapi kedatangan hujan sangat penting. Hujan turun untuk memberikan kesejukan bagi kehidupan manusia di bumi. Sebaiknya kita belajar seperti hujan yang datang dan muncul untuk membawa dan berbagi rasa senang.

7. Hujan turun karena tahu bumi membutuhkan.
Hujan turun disaat bumi memang benar-benar membutuhkannya. Setelah kemarau panjang, hujan tetap akan turun untuk menghijaukan bumi. Kita juga bisa menjadi seperti hujan yang siap membantu teman atau keluarga yang membutuhkan bantuan kita.

8. Banyak orang mengeluh karena hujan. Tapi hujan tetap datang tiap tahunnya.
Meskipun beberapa orang yang mengeluh karena hujan turun, hujan tetap turun. Hal ini pelajaran buat kita bahwa selama itu baik kita tidak perlu takut untuk melakukan sesuatu. Bahkan kita sedang melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain. Jangan berhenti hanya karena beberapa orang tidak suka.

9. Hujan itu tidak kenal waktu.
Hujan turun memang tidak kenal waktu dan mengerti apa yang sedang dilakukan manusia. Hujan adalah anugerah dari yang kuasa. Maka dari itu kita juga seharusnya dapat menerima hujan dan hal baik datang tanpa memaksakan waktu sesuai dengan yang kita inginkan.